Friday, April 16, 2021

Tulisan Bagus, Mengapa Suka Menunda

 PENDAHULUAN

Tim Urban adalah seorang writer blogger (Penulis Blog) yang menulis di blognya sendiri waitbutwhy(.)com. Beberapa tahun yang lalu ia menulis mengenai penundaan. Ia ingin menjelaskan kepada semua orang apa yang sebenarnya terjadi dalam otak para penunda? Mengapa mereka menjadi seorang penunda? Ada apa gerangan? Ia lalu membuat sebuah hipotesis mengenai hal ini.

HIPOTESIS

Setelah menentukan hipotesis, Tim Urban melakukan scan MRI kepada otaknya sendiri untuk membuktikan bahwa otak seorang penunda jelas berbeda dengan orang yang tidak suka menunda. Hasilnya adalah:
Orang biasa hanya memiliki rational decision maker (pembuat keputusan logis/PKL)
Otak Tim Urban memiliki rational decision maker dan instant gratification monkey (monyet kepuasan instan)
 
Semua otak seorang penunda memiliki monyet kepuasan instan ini, namun hal yang berbeda terjadi PADA SAAT sang monyet mengendalikan kemudi otak kita. Pembuat keputusan rasional akan membuat keputusan logis agar kita melakukan hal-hal produktif namun monyet ini tidak suka. Sehingga monyet mengambil alih kendali otak kita.

PERBEDAAN

Monyet kepuasan instan adalah oknum yang sebenarnya tidak kita inginkan untuk memegang kendali, ia hanya hidup sepenuhnya di masa kini, tidak memiliki memori masa lalu dan tidak tahu apa itu masa depan. Yang diinginkan oleh monyet ini hanyalah sesuatu yang mudah dan menyenangkan (easy and fun). Di dunia hewan tentu itu adalah hal yang wajar,  jika kita seekor anjing yang hidupnya hanya melakukan sesuatu hal yang mudah dan menyenangkan maka kita akan sukses besar, karena tujuan utamanya hanyalah dua hal tersebut.

Bagi si monyet mungkin manusia sama seperti hewan lainnya yang perlu tidur dan makan namun itu bisa diterima jika kita masih berada di zaman purba. Lain halnya kita berada di masa modern dengan peradaban yang maju,  dan si monyet tidak mengerti akan hal ini. Karena itulah kita memiliki oknum lain yakni pembuat keputusan rasional. Karena oknum ini kita bisa membayangkan masa depan dan membuat rencana jangka panjang yang semuanya dibuat oleh pembuat keputusan logis. Karena itulah pembuat keputusan ini hanya melakukan segala sesuatu yang masuk akal.

KONFLIK

Disatu sisi si monyet hanya mementingkan suatu hal yang mudah dan menyenangkan. Dan disisi lain si PKL hanya mementingkan suatu yang logis dan masuk akal. Satu-satunya kesamaan antara keduanya adalah makan, tidur atau menikmati waktu senggang. Karena adanya kesamaan ini, mereka saling setuju.

Namun di lain waktu ada satu hal yang lebih masuk akal yakni melakukan hal-hal sulit dan kurang menyenangkan untuk tujuan jangka panjang. Terjadilah sebuah konflik antara monyet dan PKL. Bagi para penunda, biasanya konflik ini dapat segera teratasi dengan cara menghabiskan banyak waktu di “zona taman bermain” yang menyenangkan.

Taman bermain ini adalah zona dimana seluruh aktivitas menyenangkan yang harusnya tidak dilakukan tetapi terjadi. Aktivitas santai yang seharusnya tidak dilakukan justru kita lakukan. Kesenangan yang kita dapatkan di zona ini sebenarnya tidak menyenangkan karena bukanlah hak kita. Di zona ini sangat penuh dengan rasa bersalah, rasa takut, cemas dan benci terhadap diri sendiri.

Sementara si monyet yang sedang memegang kendali, lalu bagaimana seorang penunda dapat kembali ke zona yang semestinya?


MONSTER

Ternyata selama ini PKL memiliki malaikat pelindung yang selalu melihat dan menjaganya disaat gelap. Ia adalah Monster Panik, Monster yang ditakuti oleh si monyet.

Monster panik biasanya selalu tertidur, namun ketika tenggat waktu sudah mendekat, atau ada ancaman dipermalukan di depan umum, atau adanya bencana karir atau konsekuensi mengerikan lainnya, ia akan segera terbangun. Monster inilah yang menemani Tim Urban belakangan ini.

PENGALAMAN

Suatu hari Tim diundang oleh orang-orang TED untuk berbicara di TED 6 bulan lalu. Saking senangnya ia langsung mengiyakan undangan tersebut. Seperti biasanya ditengah kegembiraan itu sang pembuat keputusan logis bergumam "Apakah kamu mengerti apa yang telah kita iyakan? Apa kita mengerti apa yang akan terjadi di masa depan? kita harus mulai menyiapkannya sekarang." Namun sang monyet tiba-tiba merebut kendali otak kita, alih-alih menyiapkan rencana malah bersantai ria.
6 bulan menjadi 4 bulan
4 bulan menjadi 2 bulan
Lalu 2 bulan menjadi 1 bulan

Kemudian TED mengumumkan daftar pembicara,  dan Tim membuka situs TED melihat dirinya terpampang nyata di laman tersebut. Dan monster panik terbangun. Karena si monyet takut dengan si monster akhirnya PKL memegang kembali kemudi otak dan Tim pun mulai menyusun materi sebanyak 8 halaman. Monster panik ini sangat menjelaskan kegilaan para penunda, seperti memberi etos kerja luar biasa ketika tenggat waktu kian mendekat.

Seperti inilah sistem otak para penunda. Walaupun kacau namun berhasil.

AKIBAT

Setelah Tim Urban membagikan tulisan ini di website-nya, ia kebanjiran ribuan e-mail dari seluruh orang dipenjuru dunia. Semua orang menulis hal yang sama dalam email tersebut, bahwa "Saya juga memiliki masalah ini." Tapi yang membuat Tim tercengang adalah perbedaan yang mendasar dari tulisan sederhananya ini dengan permasalahan berat orang-orang. Orang-orang ini seperti merasa frustrasi akibat penundaan terhadap hidup mereka, karena ulah sang monyet.

Kemudian Tim berpikir, "jika sistem penundaan ini berhasil, lalu apa yang salah? Mengapa orang-orang ini merasa terpuruk?". Ternyata ada 2 jenis penundaan, penundaan jangka pendek dan jangka panjang. Perbedaannya adalah penundaan jangka pendek memiliki monster panik yang siap membangunkan para penunda ketika tenggat waktu tiba. Namun sebaliknya penundaan jangka panjang tidak memiliki monster panik, sehingga monyet akan terus mengambil kemudi kita dan efek penundaan yang kita lakukan akan tak terbatas. Penundaan seperti ini biasanya dialami secara pribadi dan diam-diam. Karena hal itu penundaan ini bisa menjadi penyebab ketidakbahagiaan dan penyesalan besar.

Dan setelah Tim membaca e-mail mereka, ia memahami tidak ada orang yang benar-benar tidak menunda. Semua orang adalah penunda. Mungkin diantara kita tidak ada yang sekacau seperti dirinya dan beberapa dari kita pandai mengatur batasan tenggat waktu.

Panjang umur perjuangan, Panjang umur Ruang Pengetahuan!

Catatan:
Tulisan ini sepenuhnya adalah penjelasan dari video TED Talks

No comments:

Post a Comment