Friday, April 16, 2021

Contoh RPP SMK BERKARAKTER lengkap KI 1 - 4, RENCANA PENILAIAN, HINGGA LAMPIRAN MATERI

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

No. 6 / X / 1 / 2019

 

Nama Sekolah                :           SMK Negeri 1 Kaligondang

Kompetensi Keahlian      :           Semua Kompetensi Keahlian (TKR/TP/AK)

Mata Pelajaran               :           Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Kelas/Semester              :           X / 1

Materi Pokok                  :           Perjuangan Rasulullah di Makkah

Pertemuan ke-               :           16, 17, dan 18

Alokasi Waktu                :           9 x 45 menit (3 kali pertemuan)

           

A.     Kompetensi Inti

 

KI-1.  

Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya.

KI-2.

Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama, cita damai, responsif dan proaktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI-3.

Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, procedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI-4.

Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

 

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator

1.10   Meyakini kebenaran dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah.

2.10   Bersikap tangguh dan rela berkorban menegakkan kebenaran sebagai ’ibrah dari sejarah strategi dakwah Nabi di Makkah.

3.10   Menganalisis substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah.

4.10   Menunjukan perilaku yang mencerminkan Meyakini kebenaran dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah.

                 

C.     Indikator Pencapaian Kompetensi

1.10.1 Meyakini kebenaran dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah yang dibuktikan dengan bisa melafalkan sifat wajib bagi Rasul

2.10.1 Menunjukan sikap tangguh dan rela berkorban menegakkan kebenaran sebagai ’ibrah dari sejarah strategi dakwah Nabi di Makkah.

3.10.1 Mengidentifikasi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah

3.10.2 Membandingkan substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan Da’i sekarang.

3.10.3 Mengadaptasi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang.

3.10.4 Menelaah substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang.

3.10.5 Mengkritisi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang

4.10.1 Menunjukan perilaku yang mencerminkan Meyakini kebenaran dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan membuat video dakwah

 

D.     TUJUAN PEMBELAJARAN:

Setelah pembelajaran peserta didik dapat :

1.   Meyakini kebenaran dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah yang dibuktikan dengan bisa melafalkan sifat wajib bagi Rasul

2.   Menunjukan sikap tangguh dan rela berkorban menegakkan kebenaran sebagai ’ibrah dari sejarah strategi dakwah Nabi di Makkah.

3.   Mengidentifikasi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah

4.   Membandingkan substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan Da’i sekarang

5.   Mengadaptasi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang

6.   Menelaah substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang

7.   Mengkritisi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang

8.   Menunjukan perilaku yang mencerminkan Meyakini kebenaran dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan membuat video kuliah tujuh menit (kultum)

 

E.      Materi Pembelajaran

Judul: Substansi dan strategi dakwah Rasulullah Saw Periode Makkah

 

F.    Model, Pendekatan dan Metode Pembelajaran

Pendekatan             : Scientific

Model                     : Every one is teacher here (Team Quiz)

Metode                   : Ceramah, Tanya jawab, Diskusi

 

G.    Media Pembelajaran

         1.      Media

a.   Alat           : PC, LCD Projector, MPI

b.   Bahan       : Video, Bacaan tentang Dakwah Makkah

         2.       Sumber

a.   Kitab al-Quranul Karim dan terjemahnya, Depag RI

b.   Tim Penyusun. 2014. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Tim Penyusun. 2014. Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,

c.   Iim Halimah, dkk. 2013. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMK dan MAK Kelas X, Jakarta: Penerbit Erlangga

H.    Kegiatan Pembelajaran

PERTEMUAN PERTAMA (3 JP x 45 menit)

1.       Pendahuluan (20 Menit)

a.     Guru memberi salam, memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah kemudian membimbing siswa untuk berdoa bersama lalu membersihkan dan memilah sampah yang ada dikelas

b.     Guru melakukan absensi sementara peserta didik menyiapkan kitab suci al-Qur’an

c.     Guru dan murid secara bersama bertadarus al-Qur’an  (selama 5-10 menit)

d.     Guru mengajukan pertanyaan terkait dengan pengetahuan sebelumnya agar siswa ingat kembali dan sebagai persiapan siswa untuk menerima materi yang akan disampaikan

e.     Guru memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai, menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus

f.      Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan serta KKM yang harus dicapai.

g.     Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif materi sebelumnya dan mengaitkan dengan materi ‘Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW di Mekah

2.      Kegiatan Inti (100 Menit)

a.     Guru meminta peserta didik untuk mengamati gambar yang ditampilkan.

b.     Peserta didik mengemukakan hasil pencermatan tersebut

c.     Peserta didik bertanya atau mengemukakan pesan-pesan moral yang terkandung dalam uraian/gambar.

d.     Peserta didik yang bisa menjawab dipersilahkan menjawab pertanyaan dari peserta didik lain

e.     Guru memberikan penjelasan tambahan kembali dan penguatan yang dikemukaan peserta didik tentang isi uraian/gambar tersebut.

f.      Guru memberikan pertanyaan yang membuat peserta didik tertarik dengan bab tersebut

g.     Peserta didik dibuat menjadi 3 Team Quiz ( Team 1 membahas Proses dakwah Rasulullah dan Subsatansi dakwah Rasulullah, Team 2 membahas Strategi Dakwah Rasulullah dan Faktor sosial yang mempengaruhi dakwah Rasulullah, Team 3 membahas Meneladani Strategi Dakwah Rasulullah dan Menunjukan kesadaran berperilaku sesuai dengan dakwah Rasulullah)

h.     Masing-masing team membagi tugas menjadi beberapa bagian seperti mc, pemateri, pembaca soal, penilai, notulen kemudian berdiskusi untuk menyampaikan materi dan mempersiapkan Quiz yang akan di tanyakan

i.      Team 1 Presentasi sedangkan team 2 dan 3 mendengarkan, bertanya dan bersiap menjawab pertanyaan

j.      Kelompok 1 menyampaikan pertanyaan sedangkan kelompok lainnya memperhatikan/menyimak dan memberikan jawaban

k.     Setiap team dievaluasi dengan make and match

l.      Guru dan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks peserta didik pada kolom rangkuman.

3.    Penutup (15 Menit)

a.     Siswa menanyakan hal-hal yang masih ragu.

b.     Guru membantu siswa untuk menjelaskan hal-hal yang diragukan sehingga informasi menjadi benar dan tidak terjadi kesalahpahaman terhadap materi.

c.     Siswa menyimpulkan materi di bawah bimbingan guru.

d.     Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan atau tanggapan dari peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk langkah perbaikan selanjutnya

e.     Guru menyampaikan gambaran materi dan pengerjaan tugas untuk minggu berikutnya

f.      Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.

g.     Menutup kegiatan pembalajaran dengan hamdalah

 

PERTEMUAN KEDUA (3 JP x 45 menit)

1.    Pendahuluan (20 Menit)

a.     Guru memberi salam, memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah kemudian membimbing siswa untuk berdoa bersama lalu membersihkan dan memilah sampah yang ada dikelas

b.     Guru melakukan absensi sementara peserta didik menyiapkan kitab suci al-Qur’an

c.     Guru dan murid secara bersama bertadarus al-Qur’an  (selama 5-10 menit)

d.     Guru mengajukan pertanyaan terkait dengan pengetahuan sebelumnya agar siswa ingat kembali dan sebagai persiapan siswa untuk menerima materi yang akan disampaikan

e.     Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai, menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus

f.      Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan serta KKM yang harus dicapai.

 

2.    Kegiatan Inti (100 Menit)

Pada pertemuan kedua ini, pendidik dan peserta didik melanjutkan presentasi hasil diskusi pada pertemuan pertama

a.     Secara bergantian, team 2 mempresentasikan hasilnya dan kelompok lainnya memperhatikan/menyimak dan memberikan tanggapan

b.     Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang materi tersebut.

c.     Guru dan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom rangkuman.

 

3.    Penutup (15 Menit)

a.    Siswa menanyakan hal-hal yang masih ragu.

b.    Guru membantu siswa untuk menjelaskan hal-hal yang diragukan sehingga informasi menjadi benar dan tidak terjadi kesalahpahaman terhadap materi.

c.    Siswa menyimpulkan materi di bawah bimbingan guru.

d.    Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan atau tanggapan dari peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk langkah perbaikan selanjutnya

e.    Guru menyampaikan gambaran materi dan pengerjaan tugas untuk minggu berikutnya

f.     Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.

g.    Menutup kegiatan pembalajaran dengan hamdalah

 

PERTEMUAN KETIGA (3 JP x 45 menit)

1.    Pendahuluan (20 Menit)

a.     Guru memberi salam, memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah kemudian membimbing siswa untuk berdoa bersama lalu membersihkan dan memilah sampah yang ada dikelas

b.     Guru melakukan absensi sementara peserta didik menyiapkan kitab suci al-Qur’an

c.     Guru dan murid secara bersama bertadarus al-Qur’an  (selama 5-10 menit)

d.     Guru mengajukan pertanyaan terkait dengan pengetahuan sebelumnya agar siswa ingat kembali dan sebagai persiapan siswa untuk menerima materi yang akan disampaikan

e.     Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai, menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus

f.      Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan serta KKM yang harus dicapai.

 

2.    Kegiatan Inti (100 Menit)

Pada pertemuan ketiga ini, pendidik dan peserta didik melanjutkan presentasi hasil diskusi pada pertemuan pertama

a.     Secara bergantian, team tiga mempresentasikan hasilnya dan kelompok lainnya memperhatikan/menyimak dan memberikan tanggapan

b.     Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang materi tersebut.

c.     Guru dan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom rangkuman.

 

3.     Penutup (15 Menit)

a.    Siswa menanyakan hal-hal yang masih ragu.

b.    Guru membantu siswa untuk menjelaskan hal-hal yang diragukan sehingga informasi menjadi benar dan tidak terjadi kesalahpahaman terhadap materi.

c.    Siswa menyimpulkan materi di bawah bimbingan guru.

d.    Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan atau tanggapan dari peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk langkah perbaikan selanjutnya

e.    Guru menyampaikan gambaran materi dan pengerjaan tugas untuk minggu berikutnya

f.     Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.

g.    Menutup kegiatan pembalajaran dengan hamdalah

 

I.     Penilaian Pembelajaran, Remidial dan Pengayaan

Terlampir

 

J.     Sumber Belajar

1.   Kitab al-Quranul Karim dan terjemahnya, Depag RI

2.   Tim Penyusun. 2014. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Tim Penyusun. 2014. Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,

3.   Iim Halimah, dkk. 2013. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMK dan MAK Kelas X, Jakarta: Penerbit Erlangga,

4.   Diktat PAI dan BP karya guru

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMK N 1 Kaligondang

 

 

 

F Budi Santoso, S.Pd., M.Si

NIP. 19700215 199703 1 006

 

Kaligondang, 29 Juni 2018

 

Guru Mata Pelajaran PAI

 

 

 

Sareh Siswo SetyoWibowo, M.Pd

  NIP.  --

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

Penilaian Hasil Belajar

 

1.   Penilaian Sikap                   : 

Teknik                               :  Mengamati, Wawancara, dll

Bentuk                              :  Lembar Pengamatan

2.   Penilaian pengetahuan        : 

Teknik                               :  Tes tertulis

Bentuk                              :  Uraian

3.   Penilaian keterampilan        : 

Teknik                               :  Unjuk Kerja, Diskusi

Bentuk                              :  Lembar Pengamatan                 

 

1.    Penilaian Sikap Religius

·       Indikator Sikap Religius

Siswa dapat membaca Qur’an dengan bacaan yang benar

Siswa dapat membaca Qur’an dengan kelengkapan yang benar

Siswa dapat membaca Qur’an dengan khusyu yang benar

Siswa dapat membaca Qur’an dengan sikap yang benar

 

·       Lembar Penilaian Sikap Religius 

No

Nama Siswa

bacaan

Kelengkap an

kekhusyukan

Sikap

TOT

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

 

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dst

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

Nilai 1 = Kurang,  Nilai 2 = Sedang, Nilai 3 = Baik,  Nilai 4 = sangat baik

·       Rubrik Penilaian Sikap Religius

Bacaan

a.   Jelas nilai 4

b.   Kurang Jelas nilai 3

c.   Tidak jelas nilai 2

d.   Tidak baca nilai 1

Kelengkapan

a.   Lengkap nilai 4

b.   Kurang lengkap nilai 3

c.   Tidak lengkap nilai 2

d.   Tidak baca nilai 1

Kekhusyukan

a.   Khusyuk nilai 4

b.   Kurang khuyuk nilai 3

c.   Tidak khusyuk nilai 2

d.   Tidak baca nilai 1

Sikap

a.   Sopan nilai 4

b.   Kurang sopan nilai 3

c.   Tidak sopan nilai 2

d.   Tidak baca nilai 1

 

Pedoman Penilaian

Penilaian Afektif         :   

 

2.     Penilaian Sikap Sosial

Indikator penilaian observasi

No.

Sikap

Indikator

1.

Tangguh

a.       Tangguh dalam menjalankan tugas mata pelajaran

b.      Tangguh dalam mengemban amanah mejadi petugas piket

 

2.

Rela Berkorban

a.        Rela berkorban dalam mengerjakan tugas kelompok

b.       Rela berkorban ketika presentasi kelompok

 

 

Rubrik Penilaian Sikap

No

Nama Peserta didik

Tangguh

Rela Berkorban

 

Total Skor

1

2

3

4

1

2

3

4

 

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dst

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

Nilai 1 = Kurang,  Nilai 2 = Sedang, Nilai 3 = Baik,  Nilai 4 = sangat baik

 

Indikator Penilaian Sikap

Tangguh

a.   Sangat tangguh dalam menjalankan perintah

b.   Tangguh dalam menjalankan perintah

c.   Agak tangguh dalam menjalankan perintah

d.   Tidak tangguh dalam menjalankan perintah

 

Rela Berkorban

a.     Sangat suka rela berkorban dalam menjalankan tugas kelompok

b.     Suka rela berkorban dalam menjalankan tugas kelompok

c.     Agak suka rela berkorban dalam menjalankan tugas kelompok

d.     Tidak suka rela berkorban dalam menjalankan tugas kelompok

 

Pedoman Penilaian:

Penilaian Sosial                :   

 

3.    Penilaian pengetahuan

Kisi-kisi Soal Utama

Satuan Pendidikan          : SMK Negeri 1 Kaligondang

Kelas/Semester              : X TKR TP AK/ 1

Tahun Pelajaran             : 2018/2019

Paket Kerahlian              : Semua keahlian (TKR TP AK)

Mata Pelajaran               : PAI dan BP

Penilaian                        : Tugas Harian

 

Kompetensi Dasar

IPK

Materi

Indikator Soal

Bentuk Soal

No Soal

3.10.1 Mengidentifikasi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah

3.10.1 Siswa dapat mengidentifikasi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan benar

Substansi dan strategi dakwah Rasulullah Saw Periode Makkah

3.10.1 Siswa dapat mengidentifikasi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan benar

essay

1

3.10.2 Membandingkan substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan Da’i sekarang.

3.10.2 Siswa dapat membandingkan substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan Da’i sekarang dengan benar

3.10.2 Siswa dapat membandingkan substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan Da’i sekarang dengan benar

essay

2

3.10.3 Mengadaptasi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang.

3.10.3 Siswa dapat mengadaptasi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang dengan benar

3.10.3 Siswa dapat mengadaptasi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang dengan benar

essay

3

3.10.4 Menelaah substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang.

3.10.4 Siswa dapat menelaah substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang dengan benar

3.10.4 Siswa dapat menelaah substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang dengan benar

essay

4

 

3.10.5 Mengkritisi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang

 

 

3.10.5 Siswa dapat mengkritisi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang dengan benar

 

3.10.5 Siswa dapat mengkritisi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang dengan benar

essay

5

 

No.

Soal

Kunci Jawaban

Nilai

1.

1. Sebutkan substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah!

 

Aqidah dan akhlak mulia

Sembunyi dan terang-terangan

Lengkap 20

Kurang lengkap 10

2.

2. Bandingkan substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan Da’i sekarang!

Zaman Nabi akhlak mulia dicontohkan baru didakwahkan

Zaman sekarang hanya bisa mendakwahkan sulit mencontohkan

 

Lengkap 20

Kurang lengkap 10

3.

3. Bagaimanakah cara mengadaptasi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang

Cara mengadaptasinya dengan sering melakukan apa yang dilakukan Nabi lalu di kembangkan tanpa melanggar tuntunan Al Quran dan Hadits

 

Lengkap 20

Kurang lengkap 10

4.

4. Apakah hal yang bisa kita ambil dari substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah untuk era sekarang

Nabi berdakwah dengan mengutamakan akhlak sehingga mudah diterima masyarakat

Zaman sekarang juga sangat relefan jika uswatun hasanah sebagai pondasi utama

 

Lengkap 20

Kurang lengkap 10

5.

5. Kritisilah substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan era sekarang

Substansi dakwah sekarang sudah buram karena ada yang berdakwah untuk profesi

Strategi dakwah di zaman sekarang kurang mengena karena tidak dilandasi akhlakul karimah

 

Lengkap 20

Kurang lengkap 10

 

Total

 

100

 

Penilaian Pengetahuan                :   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR SOAL

 

Mata Pelajaran        :    PAI dan BP

Kompetensi Dasar   :    Substansi dan Strategi Dakwah Makkah

=======================================================

PETUNJUK : Kerjakanlah soal dibawah ini dengan benar!

 

1.   Sebutkan substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah!

2.   Bandingkan substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan Da’i sekarang!

3.   Bagaimanakah cara mengadaptasi substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ke era sekarang?

4.   Apakah hal yang bisa kita ambil dari substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah untuk era sekarang?

5.   Kritisilah substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan era sekarang!

Lembar Jawab

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

                                                    ^_^       Selamat Mengerjakan   ^_^

 

LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

 

No

Nama Siswa/ Kelompok

Nilai

1.

 

 

2.

 

 

3.

 

 

4.

 

 

Dst.

 

 

 

·       Soal Remidial

Instrumen/butir Soal Remidial Pengetahuan

No

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Sebutkan substansi dan strategi dakwah Nabi di Makkah!

Aqidah dan akhlak mulia

Sembunyi dan terang-terangan

Skor 3 : Jika jawaban lengkap dan benar

Skor 2 : Jika jawaban benar tetapi tidak lengkap

Skor 1 : Jika jawaban lengkap tetapi tidak tepat

 

2

Sebutkan salah satu Penceramah yang kalian ketahui lalu kritisilah apakah strategi dakwahnya sudah sesuai dengan Nabi waktu di Makkah? Jelaskan!

Hasil pemikiran siswa tentang strategi dakwah seorang penceramah sudah sesuai dengan Nabi waktu di Makkah atau belum

Skor 4 : Jika jawaban lengkap dan benar

Skor 3 :  Jika jawaban benar tetapi tidak lengkap

Skor 2 : Jika jawaban lengkap tetapi tidak tepat

Skor 1 : Jika jawaban salah

3

Sebutkan salah satu Penceramah yang kalian ketahui lalu kritisilah apakah substansi dakwahnya sudah sesuai dengan Nabi waktu di Makkah? Jelaskan!

Hasil pemikiran siswa tentang substansi dakwah seorang penceramah sudah sesuai dengan Nabi waktu di Makkah atau belum

Skor 3 : Jika jawaban lengkap dan benar

Skor 2 : Jika jawaban benar tetapi tidak lengkap

Skor 1 : Jika jawaban lengkap tetapi tidak tepat

TOTAL

10

 

Pedoman Penilaian:

Penilaian Kognitif            :          

 

 

·       Soal Pengayaan

Instrumen/butir Soal Pengayaan Pengetahuan

No

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Pilihlah salah satu Ustadz di Indonesia lalu bandingkan substans dan strategi dakwah Ustadz tersebut dengan Nabi saat di Makkah! Sebutkan persamaan dan perbedaannya lalu jelaskan!

Penjelasan siswa tentang perbandingan substansi dan strategi dakwah antara Ustadz yang dipilih dengan Nabi waktu di Makkah

Skor 3 : Jika jawaban lengkap dan benar

Skor 2 : Jika jawaban benar tetapi tidak lengkap

Skor 1 : Jika jawaban lengkap tetapi tidak tepat

 

 

4.    Penilaian Keterampilan

Kisi-kisi soal utama

Kompetensi Dasar

Indikator Soal

Bentuk Soal

No Soal

4.10.1 Menunjukan perilaku yang mencerminkan Meyakini kebenaran dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan membuat video dakwah

Siswa dapat menunjukan perilaku yang mencerminkan Meyakini kebenaran dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dengan membuat video dakwah dengan benar

praktik

1

 

Lembar penilaian keterampilan

No.

Nama Peserta didik

isi

kreatif

1

2

3

4

1

2

3

4

1

Sareh

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Siswo

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Setyo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian :                      

isi

kreatif

skor

sangat berisi

Sangat kreatif

4

berisi

kreatif

3

kurang berisi

Kurang kreatif

2

Tidak berisi

Tidak kreatif

1

 

Pedoman Penilaian

Penilaian Keterampilan                      :   

 

HANDOUT

Substansi dan strategi dakwah Rasulullah Saw Periode Makkah

 

1.    Substansi dakwah Rasulullah SAW

Substansi ajaran Islam periode Makkah, yang didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah sebagai berikut :

b.     Aqidah

Rasulullah saw. diutus oleh Allah Swt. untuk membawa ajaran tauhid. Masyarakat Arab yang saat ia dilahirkan bahkan jauh sebelum ia lahir, hidup dalam praktik kemusyrikan.

c.     Akhlak Mulia

Dalam hal akhlak, Nabi Muhammad saw. tampil sebagai teladan yang baik (ideal). Sejak sebelum menjadi nabi, ia telah tampil sebagai sosok yang jujur sehingga diberi gelar oleh masyarakatnya al-Amin (yang dapat dipercaya). Ia merupakan sosok yang suka menolong dan meringankan beban orang lain. Ia juga membangun dan memelihara hubungan kekeluargaan serta persahabatan. Nabi Muhammad saw. tampil sebagai sosok yang sopan, lembut, menghormati setiap orang, dan memuliakan tamu. Selain itu, Nabi Muhammad saw. juga tampil sebagai sosok yang berani dalam membela kebenaran, teguh pendirian, dan tekun dalam beribadah.

2.    Strategi dakwah Rasulullah SAW.

a.    Dakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3-4 tahun.

Cara ini ditempuh oleh Rasulullah SAW karena beliau begitu yakin, bahwa masyarakat Arab jahiliah, masih sangat kuat mempertahankan kepercayaan dan tradisi warisan leluhur mereka. Sehingga mereka bersedia berperang dan rela mati dalam mempertahankannya. Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk Islam kepa orang-orang terdekatnya yakni keluarga dan para sahabatnya.

b.     Dakwah Secara terang-terangan

Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Pada tahap ini rasululloh mengajak sanak keluarga, kaumnya dan masyarakat mekah.

3.    Reaksi masyarakat terhadap dakwah nabi

Reaksi kaum bermacam-macam, ada yang menerima dan ada yang menolak.

ajaran Islam bisa diterima dan dianut oleh mereka yang sebelumnya terbiasa dengan adat-istiadat masyarakat Arab dikarenakan:

a.     Pribadi Rasulullah saw. yang begitu luhur dan agung.

b.     Ajaran Islam yang rasional, logis, dan universal, menghargai hak-hak asasi manusia, memberikan hak yang sama, keadilan, dan kepastian hidup setelah mati

c.     Menyempurnakan ajaran-ajaran sebelumnya

d.     Kesadaran akan tradisi dan kebiasaan-kebiasaan lama yang begitu jauhdari nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai kemanusiaan.

kaum Quraisy terus berupaya menggalang kekuatan agar Rasulullah saw. dan upayanya

dalam penyebaran ajaran Islam dapat dihentikan melalui:

-    mengajak berdialog

-    mempengaruhi abu thalib

-    memberi ancaman dan siksaan

-    memboikot bidang ekonomi dan politik

sebenarnya kaum quraisy mengetahui dan memahami betul bahwa ajaran Ilahi yang dibawa Rasulullah saw. adalah ajaran yang lurus, benar, dan haq. Akan tetapi karena beberapa alasan kaum kafir menolak dan menentang ajaran yang dibawa Rasulullah saw, diantaranya:

-          Kesombongan dan Keangkuhan

Mereka menganggap bahwa semua yang telah mereka lakukan adalah sesuatu yang benar. kaum Quraisy yang merasa suku mereka yang paling terhormat dan paling berpengaruh. Mereka memandang bahwa mereka lebih mulia dan tinggi derajatnya dari golongan bangsa Arab lainnya. Mereka tidak menerima ajaran persamaan hak dan derajat yang dibawa Islam. Oleh karenanya, mengakui dan menerima ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. akan menurunkan dan menjatuhkan derajat dan martabat serta mengancam kedudukan mereka.

-          Fanatisme Buta terhadap Leluhur

Kebiasaan yang telah mengakar kuat dan turun-temurun dalam melaksanakan penyembahan berhala dan kemusyrikan lainnya, menyebabkan mereka sangat sulit menerima ajaran nabi.

 

-          Eksistensi dan Persaingan Kekuasaan

Jika mereka menerima Rasulullah saw. dengan ajaran yang dibawanya, tentu saja akan berakibat pada lemahnya pengaruh dan kekuasaan mereka. Kekuasaan dan pengaruh yang selama ini mereka dapatkan dengan menghalalkan berbagai cara, tentu sangat bertolak belakang dengan ajaran Rasulullah saw.

 

4.    Perjanjian suci

a.     Perjanjian Aqabah I

orang-orang Yasrib berjanji kepada Nabi untuk tidak menyekutukan Tuhan, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak, tidak mengumpat dan memfitnah, baik di depan atau di belakang, jangan menolak berbuat kebaikan. Siapa mematuhi semua itu akan mendapat pahala surga dan kalau ada yang melanggar, persoalannya kembali kepada Allah Swt.

b.     Perjanjian Aqabah II.

orang-orang Yasrib berjanji kepada Nabi sebagai berikut, “Kami berikrar, bahwa kami sudah mendengar dan setia di waktu suka dan duka, di waktu bahagia dan sengsara, kami hanya akan berkata yang benar di mana saja kami berada, dan di jalan Allah Swt. kami tidak gentar terhadap ejekan dan celaan siapapun.”

 

5.    Hijrah

a.     Hijrah ke Habsyi

Tahap pertama terdiri dari 15 orang( 11 L dan 4 p), tujuannya untuk menghindari bahaya penyiksaan kafir quraisy. Tahap kedua terdiri dari 80 orang laki-laki.

b.     Hijrah ke Madinah

Semakin meningkatnya siksaan kafir qurais terhadap umat islam mendorong nabi muhammad untuk memerintahkan sahabat dan pengikutnya untuk berhijrah ke yasrib. Nabi membangun masjid quba. Sejak itu nama yasrib diganti dengan nama madinah.

6.    Perilaku yang dapat diteladani dan hikmah dari dakwah Rasulullah Saw di Mekah

Perilaku yang dapat diteladani:

a.     Memiliki sikap tangguh, penerapan dalam kehidupan:

1)    Menggunakan waktu untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan prestasi yang tinggi.

2)    Secara terus-menerus mencoba sesuatu yang belum dapat dikerjakan sampai ditemukan solusi untuk mengatasinya.

3)    Melaksanakan segala peraturan di sekolah sebagai bentuk pengamalan sikap disiplin dan tanggung jawab.

4)    Menjalankan segala perintah agama dan menjauhi larangannya dengan penuh keikhlasan.

5)    Tidak putus asa ketika mengalami kegagalan dalam meraih suatu keinginan.

b.     Memiliki jiwa rela berkorban

1)    Menyisihkan waktu sebaik mungkin untuk kegiatan yang bermanfaat.

2)    Mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

3)    Menyisihkan sebagian harta untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Hikmah yang dapat diambil:

a.     menjalankan amar ma’ruf nahi munkar pasti akan mendapatkan pertolongan Allah SWT

b.     Seorang rasul tidak bisa memberi petunjuk (hidayah) bahkan kepada keluarga dan orang yang dicintai sekalipun.

c.     Memahami bahwa Allah SWT pasti akan menguji seseorang yang akan terpilih menjadi utusan atau rasul-Nya. Oleh karena itu sangat wajar bila sesorang ingin menjadi pemimpin atau menduduki jabatan tertentu terlebih dahulu harus diuji.

d.     Dapat mengambil contoh cara-cara berdakwah yang dilakukan nabi saw, yaitu sangat bijaksana, pandai menggunakan kesempatan yang berharga, dapat menarik perhatian orang tanpa menimbulkan kebosanan

e.     Dapat meneladani Nabi SAW sebagai uswatun khasanah, artinya sikap dan amal perbuatan beliau sehari-hari adalah teladan yang baik, terutama terhadap ajaran Islam yang didakwahkannya

CARA ANAK MENGHAFAL HADITS 1-28 LENGKAP

Generasi sekarang begitu jauh dari jaman Nabi, sehingga sebagai orang tua kita berharap anak kita tahu tentang pedoman Islam yaitu Al Qur'an dan Hadits
Banyak anak yang sudah bisa menghafal surat dalam Al Qur'an terutama yang pendek-pendek, namun naasnya banyak anak yang tidak hafal hadits yang pendek satupun
Cara Anak Menghafal Hadits akan membantu anak anda menghafal dan memahami hadits dengan bahagia
cobalah dan rasakan kegembiraan dan manfaatnya

Cara memilih Jurusan dan Universitas

 "Universitas terbaik itu hanya akan menjadi almamatermu setelah lulus. Tapi jurusan yang kamu ambil, akan menjadi temanmu sampai mati"

Banyak dari kita yg berkeinginan besar untuk bisa masuk universitas ternama atau negri. Tapi saat kita gagal mewujudkannya, yang ada malah memilih untuk tidak kuliah atau nunda kuliah nyoba tahun depan lagi.

Saat kegagalan itu pula, kita patah dan kecewa karena tidak bisa masuk PTN yg diinginkan.Oleh beberapa alasan, ada yg mungkin karena gagal mewujudkan apa yg orangtua inginkan atau gengsi kuliah di swasta.

Emang kenapa kalau kuliah di swasta?

Di dunia perkuliahan, saya menyadari masyarakat kita itu tumbuh dengan stigma gengsi. Anak akan dianggap hebat kalau masuk univ negri(PTN),  keterima beasiswa, IPK cumlaude, lulus maksimal empat tahun, dan sederet omong kosong lainnya.

Ketika pemilihan jurusan sebelum masuk dunia kampus, anak akan disuruh memilih —bahkan ga jarang orangtua yang malah membuat pilihan sendiri mengenai jurusan anaknya. Jurusan yang prestisius. Jurusan yang kalau diobrolin, nanti sekampung bakal ngiri. That's bulshit. Petaka  kalo lu ngga tau tujuan dan asal iyain kemauan kata orang —mau orang tua lu sekalipun. Padahal ini kan hidup lu, lu berhak nentuin lu mau jurusan apa.

Oke anggaplah lu masuk univ ternama atau negri dengan jurusan yang masuknya aja susah. Bangga pasti. Seneng apalagi. Lu menjalani tahun demi tahun dengan lancar jaya. Jadi bahan obrolan setiap kali kumpul keluarga.Semua orang mengelukan lu adalah yang terbaik —di keluarga besar.

Kemudian lu lulus. Welcome to the jungle!

Persaingan bebas, dunia kerja. Lawannya ngga cuma seumuran dan yang baru lulus, tapi juga pak bapak, angkatan atas yang udah punya pengalaman kerja, dan tenaga yang kompeten dengan permintaan ngga muluk-muluk. Itu menggiurkan buat perusahaan. Mereka ngga akan salah menginvestasikan uang untuk bayar karyawan. Lah wong sudah terjamin punya pengalamannya. Nah lu freshgrad, bisa apa? Terlepas dari univ ternama sekali pun, terlebih kalau jurusan lu tidak seumum permintaan pasar di lapang. Kelar dah kelar. That's why banyak lulusan yang kerja di luar bidangnya. Produk banyak ngga ada demand.

Kemudian lu menyadari, dunia ini kejam, persaingannya sikut kanan kiri. Lulusan univ bagus, IPK diatas 3.25, empat tahun penyelesaian studi, dan sederet prestasi ngga menjamin mudah diterima kerja.

Menurut saya, penting edukasi anak SMA/SMK yang mau lanjut kuliah. Pilihan mereka, pilihan kalian itu berdampak empat tahun kemudian *kalo lulus tepat waktu.

Bisa dibilang, salah memilih jurusan yang sedikit diminta pasar berpeluang besar untuk pengangguran. Kenapa? Karena sekarang ini banyak perusahaan yang spesifik minta lulusan dari jurusan apa. Pengaruh univ ternama tidak terlalu bekerja di sini, paling paling di saringan pertama doang.

Kecuali, ambil langkah out of the box: usaha sendiri! Dunia ini intinya ya ekonomi. Penjualan produk yang bentuknya bisa barang, jasa —apapun itu. Memasukkan input sejumlah A menghasilkan Output H dengan margin keuntungan sebesar Y. Perusahaan besar juga gitu konsep dasarnya kalau kalian tahu atau pernah belajar.

Jalan satu-satunya, kalo lamaran terasa begitu sulit untuk bersaing, buka usaha sendiri. Kerjakan yang sekiranya mampu secara modal dan kemampuan. Cari teman-teman yang mau diajak partneran atau berjuang bersama. Kemudian bagi pekerjaan sesuai dengan keahlian. Kalo ditekuni, gue  yakin sukses ngga harus lu kerja di perusahaan. Lebih bangga yekan hasil dari usaha sendiri?

Terlepas di awal memulai, taruh dulu gengsinya. Lupakan lulusan dari mana IPK berapa. Bagaimanapun, lu butuh duit buat nyambung hidup. Masih mau jadi parasit orang tua di umur yang ngga lagi bocah?

Believe me dude, gengsi ngga akan ngenyangin perut lu.

Karena kuliah tidak penting bila kamu kuliah hanya sebagai ajang mencari label popularitas.Kuliah tidak penting bila kamu datang kekampus tak tahu tujuannya.Kuliah tidak penting bila kamu tak paham kenapa kamu harus kuliah dijurusan itu.

Jadi dimanapun kamu kuliah, tidak masalah.Jurusan dan keseriusan dari dirimu sendiri jadi penentunya.

Tulisan Bagus, Mengapa Suka Menunda

 PENDAHULUAN

Tim Urban adalah seorang writer blogger (Penulis Blog) yang menulis di blognya sendiri waitbutwhy(.)com. Beberapa tahun yang lalu ia menulis mengenai penundaan. Ia ingin menjelaskan kepada semua orang apa yang sebenarnya terjadi dalam otak para penunda? Mengapa mereka menjadi seorang penunda? Ada apa gerangan? Ia lalu membuat sebuah hipotesis mengenai hal ini.

HIPOTESIS

Setelah menentukan hipotesis, Tim Urban melakukan scan MRI kepada otaknya sendiri untuk membuktikan bahwa otak seorang penunda jelas berbeda dengan orang yang tidak suka menunda. Hasilnya adalah:
Orang biasa hanya memiliki rational decision maker (pembuat keputusan logis/PKL)
Otak Tim Urban memiliki rational decision maker dan instant gratification monkey (monyet kepuasan instan)
 
Semua otak seorang penunda memiliki monyet kepuasan instan ini, namun hal yang berbeda terjadi PADA SAAT sang monyet mengendalikan kemudi otak kita. Pembuat keputusan rasional akan membuat keputusan logis agar kita melakukan hal-hal produktif namun monyet ini tidak suka. Sehingga monyet mengambil alih kendali otak kita.

PERBEDAAN

Monyet kepuasan instan adalah oknum yang sebenarnya tidak kita inginkan untuk memegang kendali, ia hanya hidup sepenuhnya di masa kini, tidak memiliki memori masa lalu dan tidak tahu apa itu masa depan. Yang diinginkan oleh monyet ini hanyalah sesuatu yang mudah dan menyenangkan (easy and fun). Di dunia hewan tentu itu adalah hal yang wajar,  jika kita seekor anjing yang hidupnya hanya melakukan sesuatu hal yang mudah dan menyenangkan maka kita akan sukses besar, karena tujuan utamanya hanyalah dua hal tersebut.

Bagi si monyet mungkin manusia sama seperti hewan lainnya yang perlu tidur dan makan namun itu bisa diterima jika kita masih berada di zaman purba. Lain halnya kita berada di masa modern dengan peradaban yang maju,  dan si monyet tidak mengerti akan hal ini. Karena itulah kita memiliki oknum lain yakni pembuat keputusan rasional. Karena oknum ini kita bisa membayangkan masa depan dan membuat rencana jangka panjang yang semuanya dibuat oleh pembuat keputusan logis. Karena itulah pembuat keputusan ini hanya melakukan segala sesuatu yang masuk akal.

KONFLIK

Disatu sisi si monyet hanya mementingkan suatu hal yang mudah dan menyenangkan. Dan disisi lain si PKL hanya mementingkan suatu yang logis dan masuk akal. Satu-satunya kesamaan antara keduanya adalah makan, tidur atau menikmati waktu senggang. Karena adanya kesamaan ini, mereka saling setuju.

Namun di lain waktu ada satu hal yang lebih masuk akal yakni melakukan hal-hal sulit dan kurang menyenangkan untuk tujuan jangka panjang. Terjadilah sebuah konflik antara monyet dan PKL. Bagi para penunda, biasanya konflik ini dapat segera teratasi dengan cara menghabiskan banyak waktu di “zona taman bermain” yang menyenangkan.

Taman bermain ini adalah zona dimana seluruh aktivitas menyenangkan yang harusnya tidak dilakukan tetapi terjadi. Aktivitas santai yang seharusnya tidak dilakukan justru kita lakukan. Kesenangan yang kita dapatkan di zona ini sebenarnya tidak menyenangkan karena bukanlah hak kita. Di zona ini sangat penuh dengan rasa bersalah, rasa takut, cemas dan benci terhadap diri sendiri.

Sementara si monyet yang sedang memegang kendali, lalu bagaimana seorang penunda dapat kembali ke zona yang semestinya?


MONSTER

Ternyata selama ini PKL memiliki malaikat pelindung yang selalu melihat dan menjaganya disaat gelap. Ia adalah Monster Panik, Monster yang ditakuti oleh si monyet.

Monster panik biasanya selalu tertidur, namun ketika tenggat waktu sudah mendekat, atau ada ancaman dipermalukan di depan umum, atau adanya bencana karir atau konsekuensi mengerikan lainnya, ia akan segera terbangun. Monster inilah yang menemani Tim Urban belakangan ini.

PENGALAMAN

Suatu hari Tim diundang oleh orang-orang TED untuk berbicara di TED 6 bulan lalu. Saking senangnya ia langsung mengiyakan undangan tersebut. Seperti biasanya ditengah kegembiraan itu sang pembuat keputusan logis bergumam "Apakah kamu mengerti apa yang telah kita iyakan? Apa kita mengerti apa yang akan terjadi di masa depan? kita harus mulai menyiapkannya sekarang." Namun sang monyet tiba-tiba merebut kendali otak kita, alih-alih menyiapkan rencana malah bersantai ria.
6 bulan menjadi 4 bulan
4 bulan menjadi 2 bulan
Lalu 2 bulan menjadi 1 bulan

Kemudian TED mengumumkan daftar pembicara,  dan Tim membuka situs TED melihat dirinya terpampang nyata di laman tersebut. Dan monster panik terbangun. Karena si monyet takut dengan si monster akhirnya PKL memegang kembali kemudi otak dan Tim pun mulai menyusun materi sebanyak 8 halaman. Monster panik ini sangat menjelaskan kegilaan para penunda, seperti memberi etos kerja luar biasa ketika tenggat waktu kian mendekat.

Seperti inilah sistem otak para penunda. Walaupun kacau namun berhasil.

AKIBAT

Setelah Tim Urban membagikan tulisan ini di website-nya, ia kebanjiran ribuan e-mail dari seluruh orang dipenjuru dunia. Semua orang menulis hal yang sama dalam email tersebut, bahwa "Saya juga memiliki masalah ini." Tapi yang membuat Tim tercengang adalah perbedaan yang mendasar dari tulisan sederhananya ini dengan permasalahan berat orang-orang. Orang-orang ini seperti merasa frustrasi akibat penundaan terhadap hidup mereka, karena ulah sang monyet.

Kemudian Tim berpikir, "jika sistem penundaan ini berhasil, lalu apa yang salah? Mengapa orang-orang ini merasa terpuruk?". Ternyata ada 2 jenis penundaan, penundaan jangka pendek dan jangka panjang. Perbedaannya adalah penundaan jangka pendek memiliki monster panik yang siap membangunkan para penunda ketika tenggat waktu tiba. Namun sebaliknya penundaan jangka panjang tidak memiliki monster panik, sehingga monyet akan terus mengambil kemudi kita dan efek penundaan yang kita lakukan akan tak terbatas. Penundaan seperti ini biasanya dialami secara pribadi dan diam-diam. Karena hal itu penundaan ini bisa menjadi penyebab ketidakbahagiaan dan penyesalan besar.

Dan setelah Tim membaca e-mail mereka, ia memahami tidak ada orang yang benar-benar tidak menunda. Semua orang adalah penunda. Mungkin diantara kita tidak ada yang sekacau seperti dirinya dan beberapa dari kita pandai mengatur batasan tenggat waktu.

Panjang umur perjuangan, Panjang umur Ruang Pengetahuan!

Catatan:
Tulisan ini sepenuhnya adalah penjelasan dari video TED Talks

Contoh Kultum Ramadhan Bagus

 ┈┉┉━━᯽ ﷽ ᯽━━┉┉┈

📋 *"RAMADHAN MEMECAH MANUSIA MENJADI 4 GOLONGAN"*

Datangnya Ramadhan memecah manusia menjadi 4 golongan...

*_Golongan yang manakah Anda??_*

*1. _Pertama_, golongan yang tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan.* Sebelas bulan dia lalai dari Allah, tak shalat berjama'ah, tak bersedekah, tak sholat malam dan tak pula membaca al-Qur'an, namun tatkala Ramadhan telah tiba, dia mulai aktif sholat berjama'ah, mulai membaca al-qur'an, dan bahkan sholat malam pun sebulan penuh mampu dia lakukan, namun masa itu tidak lah berlangsung lama, Ramadhan telah berakhir, pergi dan menghilang.... bulan telah berganti, tepat hari pertama di bulan Syawal...semua ibadah itupun ikut hilang...

Mereka inilah Ramadhaniyyun hanya menjadi pengikut bulan Ramadhan

*2. _Kedua_, golongan yang tak pernah mengenal Allah, baik di dalam maupun di luar bulan Ramadhan, Ramadhan tak mampu membuatnya mengenal dan mendekat kepada Allah, mereka inilah manusia yang paling celaka dan penuh kesengsaraan.*

*3. _Ketiga_, golongan yang lalai dari Allah di luar bulan Ramadhan, sholat berjama'ah pun hanya kadang-kadang, bahkan sholat wajib pun masih banyak berlubang, jarang membaca al-Qur'an dan tidak pernah sholat malam...* akan tetapi ketika Ramadhan datang, dia merefresh cintanya kepada Allah, dia maksimalkan ibadah di bulan Ramadhan, dia bertaubat, beristighfar dan memperbaiki diri di bulan Ramadhan... kemudian dia lanjutkan ibadahnya di luar bulan Ramadhan dan dia istiqomah di atasnya..

Inilah golongan yang berhasil dididik dan ditarbiyah oleh madrasah Ramadhan...

*4. _Keempat_, golongan yang baktinya kepada Allah tak pernah dibatasi bulan Ramadhan...* dia selalu mengingat Allah dan beribadah kepadanya baik di dalam maupun di luar Ramadhan. Dia senantiasa menjaga sholatnya, melazimi al-Qur'an, berdiri ditengah malam... dan imannya tidak lekang dengan berlalunya Ramadhan... *Mereka inilah Rabbaniyyun.*

*_Golongan yang manakah anda?_*


✒ Ditulis oleh _Ustadz *Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah, Lc. M.H.I* حَفِظَهُ اللهُ تَعَال_

┈┉┉━━⊰᯽®᯽⊱━━┉┉┈